Bondan Prakoso & Fade 2 Black

Rindu Bondan Prakoso & Fade 2 Black

Sudah hampir 5 tahun Bondan Prakoso & Fade 2 Black berpisah atau saya lebih suka menyebut mereka sedang vakum sebagai satu kesatuan, seraya berharap mereka berkarya bersama lagi. Sejak September 2013, mereka memutuskan untuk vakum dari proyek kolaborasi Bondan Prakoso & Fade 2 Black untuk fokus pada proyek masing-masing.

Sejak saat itu, Bondan Prakoso telah merilis beberapa single dan 1 mini album yang dirilis 2014. Karya terbaru Bondan Prakoso adalah sebuah lagu berjudul “What The F”. Sedangkan Fade 2 Black baru saja merilis album berjudul “Tabik” di akhir 2017.

Saya sangat menikmati karya-karya terbaru mereka setelah tak lagi berkolaborasi dalam proyek “Bondan Prakoso & Fade 2 Black”. Seperti lagu “What The F” nya Bondan Prakoso yang cukup beda dan mengingatkan saya akan musik Funky Kopral, grup band Bondan Prakoso terdahulu. Lalu album “Tabik” Fade 2 Black juga sangat saya nikmati, mereka tetap mempertahankan kualitas lirik. Lagu favorit saya di album “Tabik” adalah “Cukup Dia” yang menjadi lagu “jualan” di album ini serta lagu berjudul “Tabik” yang cukup unik karena berisi ungkapan terima kasih.

Meski saya tetap menikmati karya-karya mereka walau tidak dalam satu kesatuan Bondan Prakoso & Fade 2 Black lagi, tapi entah kenapa saya sangat berharap mereka melanjutkan lagi proyek kolaborasi Bondan Prakoso & Fade 2 Black. Mereka pertama kali merilis karya kolaborasi Bondan Prakoso & Fade 2 Black di tahun 2005 dengan judul album “Respect”. Saat itu saya baru kelas 1 SMP dan masih gamang tentang tujuan hidup, sesekali galau sebagai konsekuensi kehidupan remaja tanggung.

Lagu-lagu di album “Respect” menganestesi saya, lagu berjudul “Bunga” adalah yang memulai perkenalan saya dengan Bondan Prakoso & Fade 2 Black. Selain itu ada lagu-lagu yang cukup menggugah semangat seperti lagu berjudul “Hidup Berawal dari Mimpi” dan “Feels Like Home”. Sebagai orang Bogor, saya merasa punya keterikatan emosi dengan album ini, lagu berjudul “Feels Like Home” dan “Please Dong Ah” beberapa kali menyebut nama jalan dan nama daerah di Bogor.

Karya selanjutnya dari kolaborasi Bondan Prakoso & Fade 2 Black menurut saya tak pernah mengecewakan dan selalu beda. Seperti lagu Kroncong Protol yang dirilis di album kedua berjudul “Unity”, lagu tersebut menunjukkan eksplorasi musik mereka yang tak terbatas. Wajar jika akhirnya album ini mendapatkan penghargaan AMI Award 2008.

Puncak kesuksesan kolaborasi Bondan Prakoso & Fade 2 Black adalah di album “For All” yang rilis di tahun 2010, menurut saya lagu berjudul “Ya Sudahlah” menjadi karya mereka yang paling populer dan sangat melekat diingatan masyarakat luas. Selain sukses dipasaran, album ini juga melanjutkan tradisi di album mereka sebelumnya dengan sukses meraih penghargaan AMI Awards 2011.

Kerinduan saya akan kolaborasi Bondan Prakoso & Fade 2 Black mungkin hanyalah kerinduan masa remaja. Sesungguhnya, meskipun mereka tak lagi bersama, saya tetap mengikuti dan menikmati karya-karya terbaru mereka. Mungkin saja kerinduan ini seperti nostalgia lagu-lagu lama, dimana begitu banyak lagu Bondan Prakoso & Fade 2 Black yang saya dengarkan di momen yang tepat. Seperti lagu “Xpresikan” dan “Waktu yang ada di album “Unity”, lagu tersebut selalu mengingatkan saya pada masa-masa pencarian jati diri di usia remaja. Lalu lagu “Kita Selamanya” yang ada di album “For All”, lagu tersebut menjadi media untuk mengenang masa-masa terakhir di SMK tahun 2010-2011.

Semoga saja di masa depan mereka kembali berkolaborasi dan melahirkan karya yang sarat motivasi. Saya masih ingin mendengar lagu-lagu mereka seperti dulu yang penuh pesan persatuan dan semangat pantang menyerah.

Sumber gambar : https://musik.kapanlagi.com