world cup 2018 Russia

Memori Episodik Piala Dunia

Setiap menonton acara “Road To World Cup” , hati ini ikut merasa bahagia karena banyak ingatan akan turnamen 4 tahunan tersebut yang seakan menjadi mesin waktu ketika mencoba mengingatnya.

Menyaksikan Piala Dunia 2002 Tanpa Harus Begadang

Saya pertama kali nonton Piala Dunia saat umur 9 tahun. Saat itu Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang, ramah buat anak SD yang masih dilarang begadang oleh orang tua. Perbedaan waktu antara Indonesia dan Jepang / Korea Selatan tidak begitu jauh membuat pertandingan Piala Dunia 2002 dapat dinikmati tanpa harus begadang.

Saat Piala Dunia 2002, tiap pulang sekolah ada semacam rutinitas berbeda. Biasanya pulang langsung bermain bola dengan teman sebaya, namun saat itu pulang sekolah langsung mencari TV, dan tentu saja pura-pura menjadi pandit dadakan yang merasa paling mengerti soal sepakbola agar bisa bercengkrama dengan sepupu atau kawan yang lebih dewasa.

Kemenangan telak Jerman atas Arab Saudi di Piala Dunia 2002

Momen yang paling saya ingat saat itu adalah kemenangan 8 gol tanpa balas Jerman saat mengalahkan Arab Saudi. Waktu itu saya masih memiliki pandangan yang sangat naif soal sepakbola, bahwa pertandingan yang bagus adalah pertandingan yang banyak gol, makanya saya mengingat pertandingan Jerman melawan Arab Saudi tersebut.

Tandukkan Zidane di Piala Dunia 2006

Piala Dunia 2006 dalam ingatan saya adalah Piala Dunia yang sukar dilupakan, saat itu mungkin banyak yang mendukung Prancis menjadi juara agar Zidane dapat menutup karirnya dengan sempurna. Namun, tidak disangka petaka hadir dan diciptakan oleh Zidane sendiri saat menanduk dada Materazzi dan membuat Zidane diusir wasit di pertandingan internasional terakhirnya.

Zidane Menanduk Materazzi di Final Piala Dunia 2006

Terlepas dari siapa yang salah dan seberapa kasar umpatan Materazzi, harapan saya Zidane bisa lebih bersabar dan tenang, sesabar dan setenang ia mengatur permainannya di lapangan. Pada akhirnya Italia keluar sebagai juara Piala Dunia 2006 dan menjadi koleksi gelar juara mereka yang ke empat.

TIKI TAKA dan WAKA WAKA di Piala Dunia 2010

Piala Dunia 2010 menjadi momen hadirnya juara baru. Spanyol dengan generasi emasnya sukses mengawinkan trofi Piala Eropa yang mereka raih 2008 dengan trofi Piala Dunia 2010. Spanyol tampil di Piala Dunia 2010 dengan gaya yang para pandit sebut sebagai Tiki Taka, permainan umpan-umpan pendek menjadi ciri khas mereka saat itu sekaligus menjadi tren baru.

Selain Tiki Taka yang mengisi ruang pembicaraan Piala Dunia 2010, lagu Waka Waka atau This Time For Africa juga mencuri panggung dunia selama perhelatan turnamen akbar tersebut. Lagu yang dinyanyikan Shakira tersebut cukup populer kala itu dan mungkin menjadi salah satu lagu Piala Dunia yang paling hits dan bisa disandingkan dengan lagu Ricky Martin untuk Piala Dunia 1998. Tak banyak momen yang saya ingat dari Piala Dunia 2010, selain Tiki Taka dan Waka Waka.

Sundulan Ajaib Robin van Persie di Piala Dunia 2014

Piala Dunia 2014 mungkin menjadi Piala Dunia yang paling dekat di memori. Banyak kejadian sepanjang turnamen yang masih mudah saya ingat, namun hanya satu momen yang paling saya suka untuk mengingatnya pun untuk menceritakannya yaitu gol sundulan ajaib Robin van Persie.

Gol “sundulan terbang” Van Persie menurut saya sangat pantas menjadi gol terbaik Piala Dunia 2014. Sebuah gol yang diciptakan dari jarak yang tak lazim untuk sebuah gol sundulan dan membuat Iker Casillas kesulitan untuk menjangkaunya. Namun gol ajaib tersebut kalah voting dengan gol James Rodriguez ke gawang Uruguay di fase 16 besar, sehingga gol tersebut gagal meraih posisi resmi gol terbaik Piala Dunia 2014.

—————————————

Beberapa minggu lagi hajatan akbar penikmat sepakbola akan dirayakan di Rusia, Piala Dunia 2018 pastinya akan menghadirkan banyak cerita. Sebentar lagi ruang bicara kita akan sesak oleh obrolan hasil pertandingan, gol cantik atau mungkin selebrasi yang ajaib.
Selamat menanti dan menikmati Piala Dunia 2018.

 

Sumber gambar :
www.fifa.com
www.mirror.co.ukĀ 
www.merdeka.com