Roda Nasib Berputar Terlalu Cepat

2 Juli 2017, Jerman berhasil menjadi juara Piala Konfederasi. Turnamen yang sering disebut sebagai ajang pemanasan menjelang Piala Dunia tersebut berhasil mereka taklukan dengan skuad lapis kedua. Jerman datang ke Rusia dengan mengecewakan panitia, mereka datang tanpa membawa banyak bintang.

Jerman datang ke Piala Konfederasi dengan skuad yang minim pengalaman di level internasional, setidaknya ada 7 pemain yang baru mendapat caps pertamanya di laga persahabatan terakhir sebelum Piala Konfederasi. Nama-nama seperti Kevin Trapp, Marvin Plattenhardt, Kerem Demirbay, Diego Demme, Lars Stindl, Sandro Wagner, dan Amin Younes adalah debutan yang dibawa Loew ke Rusia.

Meskipun datang dengan skuad lapis kedua, timnas Jerman nampaknya tak menemui kesulitan untuk meraih gelar juara Piala Konfederasi pertama mereka. Keberhasilan mereka seakan menebar teror kepada para calon lawan di Piala Dunia 2018, bahwa tanpa skuad utama pun timnas Jerman tetap digdaya.

Piala Dunia dan Awal Petaka

Satu tahun berlalu, timnas Jerman kembali ke Rusia sebagai favorit juara Piala Dunia 2018. Mereka dijagokan dapat mempertahankan gelar juara Piala Dunia yang mereka raih 4 tahun lalu di Brasil. Jerman datang ke Rusia dengan catatan mengesankan, meraih 100% kemenangan di fase kualifikasi.

17 Juli 2018, Jerman mengawali laga di Piala Dunia 2018 dengan mengecewakan setelah kalah dari Meksiko. Kekalahan dari Meksiko mengingatkan penikmat sepakbola akan tradisi juara dunia dari Eropa yang gugur di fase grup di turnamen berikutnya.

Perancis juara Piala Dunia 1998, harus tersingkir di fase grup Piala Dunia 2002. Begitupun dengan Italia di Piala Dunia 2010 dan Spanyol di Piala Dunia 2014. Kutukan itu seakan tengah mengintai timnas Jerman, beruntung mereka menang di laga kedua kontra Swedia meskipun harus bersusah payah dengan gol ajaib Tony Kroos di akhir laga. Setidaknya kemenangan itu sedikit memberi asa untuk membuka peluang lolos ke fase gugur.

Jerman dikalahkan Korea Selatan di pertandingan ketiga Piala Dunia 2018

Pada pertandingan ketiga, Jerman bertemu Korea Selatan yang sudah dipastikan tersingkir. Jerman tampil begitu superior dengan catatan penguasaan bola lebih dari 70% dan total 28 tembakan ke gawang. Namun terkadang sepakbola membutuhkan keberuntungan dan hal itu yang tak ditemukan timnas Jerman, Korea Selatan mencuri keberuntungan itu dengan 2 gol di akhir laga. Jerman tersingkir sekaligus melanjutkan kutukan juara bertahan yang gagal di fase grup.

UEFA Nations League Menambah Lara

Setelah hancur lebur di Piala Dunia, Jerman tampil mengkhawatirkan di UEFA Nations League (UNL). Jerman tak bisa mencetak gol di 2 laga awal dan yang paling mengagetkan mereka dibantai Belanda dengan skor 3-0. Belanda yang tidak lolos ke Piala Eropa 2016 dan Piala Dunia 2018 seolah mengingatkan bahwa roda nasib telah berputar begitu cepat, kini Belanda kembali digdaya sementara Jerman terpuruk tak berdaya.

Pada 2 pertandingan selanjutnya timnas Jerman tetap tak mampu meraih kemenangan di kompetisi yang rumit ini. Di pertandingan terakhir mereka di tahan imbang Belanda yang akhirnya keluar sebagai juara grup dan lanjut ke babak semi final sedangkan Jerman harus relegasi ke kasta kedua UNL.

Roda Nasib Berputar Terlalu Cepat

Roda nasib berputar terlalu cepat bagi timnas Jerman di tahun 2018. Pada tahun 2017 mereka adalah juara Piala Konfederasi dengan skuad baru yang digadang-gadang sebagai regenerasi. Tahun lalu juga mereka adalah salah satu peserta Piala Dunia 2018 yang lolos dari babak kualifikasi dengan catatan impresif tak terkalahkan di 10 laga kualifikasi.

Tahun 2018 seakan menjadi tahun pesakitan bagi timnas Jerman. Setelah hancur lebur di Piala Dunia 2018, mereka juga relegasi ke kasta kedua UNL. Masalah semakin pelik jika melihat betapa sulitnya mereka mencetak gol hingga proses regenerasi yang tak berjalan baik membuat timnas Jerman mengalami wanprestasi.

Kualifikasi Piala Eropa 2020 akan dimulai sebentar lagi, Joachim Loew harus segera berbenah jika tak ingin melihat Jerman berdarah-darah berjuang di fase kualifikasi.

Sumber gambar :

https://bola.okezone.com

http://www.tribunnews.com/