Film Raazi

Aksi Spionase yang Berbeda di Film Raazi

 Raazi
(2018) on IMDb

Prolog

Tema spionase di layar lebar bukanlah barang yang langka, sangat mudah kita temui film-film bertema aksi mata-mata tersebut. Biasanya film spionase selalu menyuguhkan berbagai peralatan canggih serta aksi-aksi ekstrem yang kadang diluar nalar.

Raazi adalah sebuah film bertema spionase berlatar belakang konflik antara India dan Pakistan. Konflik 2 negara tersebut cukup sering diangkat ke layar lebar oleh sineas-sineas bollywood.

Meskipun Raazi adalah sebuah film berlatar belakang spionase namun jangan membayangkan akan dipenuhi dengan segala peralatan canggih dan aksi-aksi ekstrem ala James Bond atau Ethan Hunt (Mission Impossible).

Raazi adalah sebuah film spionase yang berbeda. Raazi menyuguhkan plot cerita yang berbeda dari film spionase pada umumnya. Mungkin karena Raazi memang terinspirasi dari kisah nyata tentang seorang perempuan yang dikirim ke Pakistan sebelum perang India-Pakistan tahun 1971.

Alkisah

Cerita dimulai dari kisah persahabatan antara Hidayat Khan dan seorang Brigadir angkatan bersenjata Pakistan bernama Parvez Syed. Hidayat Khan bercerita pada Parvez bahwa hidupnya tak lama lagi karena tengah mengidap penyakit paru-paru. Hidayat meminta agar Parvez bersedia menjodohkan anaknya Iqbal Syed dengan putri Hidayat Khan bernama Sehmat Khan.

Parvez Syed yang merasa ini adalah permintaan terakhir seorang sahabat yang tak mungkin ia tolak, akhirnya setuju dengan permintaan Hidayat. Perjodohanpun akhirnya terjadi.

Saat Hidayat Khan Berbicaa dengan Parvez Syed

Sehmat Khan adalah tokoh utama di film ini. Di awal film, Sehmat diceritakan sebagai sosok yang cerdas. Sehmat awalnya merasa gamang dengan perjodohan tersebut, namun akhirnya ia setuju setelah Hidayat Khan bercerita tujuan dan maksud perjodohan sebenarnya.

Tujuan dari perjodohan tersebut adalah menjadikan Sehmat sebagai mata-mata. Menjelang pernikahan, Sehmat dilatih berbagai trik spionase di Biro Intelejen New Delhi. Sehmat belajar banyak hal di biro tersebut, seperti menembak, menghafal sandi morse serta target-target yang harus ia kenali serta waspadai. Sehmat pun menjadi agen intelejen dalam sekejap.

Setelah menikah, Sehmat pun ikut ke Pakistan dan memulai kehidupan baru sebagai istri pejabat sekaligus mata-mata bagi negaranya India. Sehmat yang cerdas tak memiliki kesulitan ketika mulai bergaul dengan para istri pejabat, Sehmat mulai menarik perhatian mereka.

Sehmat mulai mengirimkan beragam informasi intelejen terkait konflik India-Pakistan ke Biro Intelejen New Delhi. Begitu masifnya informasi yang disampaikan Sehmat sempat membuat pimpinan Biro Intelejen New Delhi khawatir dan meminta Sehmat untuk lebih berhati-hati serta tidak terlalu agresif.

Peran ganda Sehmat sebagai istri pejabat sekaligus mata-mata menghadirkan sensasi drama tersendiri. Ketegangan mulai memuncak mana kala aksi spionase Sehmat mulai dicurigai. Sehmat pun terpaksa harus menyingkirkan orang-orang yang mencurigainya.

Di akhir film konflik batin Sehmat semakin rumit. Di satu sisi ia mulai mencintai suaminya, namun di sisi lain ia harus berjuang untuk negaranya India. Dia harus rela mengorbankan cintanya yang mulai tumbuh demi negara.

Ada satu dialog yang paling melekat diingatan saya, ketika Iqbal mulai mengetahui aktivitas spionase Sehmat lalu Sehmat menodongkan pistol ke arah Iqbal :

Ketika Sehmat menodongkan pistol ke arah Iqbal. Raazi.
Adegan ketika Sehmat menodongkan pistol ke arah Iqbal

Iqbal : “Gunakan satu peluruh Sehmat, satu untukku dan satu untukmu, tidak ada jalan lain. Agensi belum tahu karena mereka tak punya bukti yang kau lakukan. Apakah ada yang nyata di antara kita? “

Sehmat : “Aku tak pernah ingin semua menjadi seperti ini, semuanya terjadi tak terkendali.”

Iqbal : “Apakah itu benar, Sehmat ?”

Sehmat: “Jika aku katakan yang sebenarnya padamu, masihkah kau percaya padaku? tapi yang pasti adalah tidak ada yang lebih penting bagiku, selain kepentingan negaraku”

Iqbal: “Aku mencintaimu, Sehmat. Tapi ternyata cinta kita tidak lebih penting daripada urusan negara. Dan kau yang paling tahu tentang hal ini. Aku tak pernah menggunakan kekerasan padamu. Aku tak ingin memulainya sekarang.”

Sumber gambar : https://www.ibtimes.co.in/