Kevin Prince Boateng di Barcelona

Jalan Panjang Menuju Barcelona

Ada sebuah pribahasa “Banyak jalan menuju Roma” namun bagi Kevin-Prince Boateng ada sebuah jalan panjang menuju Barcelona.

Barcelona adalah salah satu klub terbaik di dunia saat ini. Sedekade terakhir mereka sukses meraih segalanya, mulai dari juara La Liga Spanyol hingga juara Piala Dunia Antarklub FIFA.

Prestasi dan gaya permainan Barcelona tentu menjadi daya tarik bagi setiap pemain sepakbola, banyak yang memimpikan untuk bergabung dengan Blaugrana. Jadi tak heran jika Barca selalu mudah merekrut pemain bintang yang mereka inginkan.

Pada bursa transfer pemain Januari 2019 ini, Barcelona membuat kehebohan dengan merekrut Kevin-Prince Boateng. Boateng yang sudah berusia 31 tahun direkrut Barcelona dari Sassuolo dengan status pinjaman.

Transfer tersebut menjadi heboh karena Boateng sudah memasuki usia di atas 30 tahun dan puncak karirnya dianggap sudah berlalu sejak terakhir membawa AC Milan meraih scudetto di musim 2010/2011.

Selain faktor usia, Boateng juga tak memenuhi kriteria glamornya skuad Barca. Biasanya Barcelona merekrut pemain bintang yang tengah dipuncak performa atau pun pemain muda potensial berharga mahal. Kevin-Prince Boateng tak masuk dua kriteria tersebut.

Banyak opini berkembang tentang seberapa penting Barcelona harus merekrut Kevin-Prince Boateng. Barcelona diyakini ingin menjadikan Boateng sebagai pelapis Luis Suarez, selain itu Kevin-Prince Boateng termasuk versatile player karena bisa bermain di berbagai posisi.

Jalan Panjang Menuju Barcelona

Kevin-Prince Boateng memiliki jalur karir yang unik. Memulai karir di Jerman bersama Hertha Berlin, Boateng di usia muda sudah berpindah ke beberapa klub. Mulai dari Tottenham Hotspur, Dortmund hingga Portsmouth.

Bersama AC Milan musim 2010/2011 mungkin menjadi puncak karir Kevin-Prince Boateng dengan sukses meraih scudetto. Setelah itu jejaknya seakan menghilang setelah di tahun 2013 kembali ke Jerman untuk bergabung dengan Schalke.

Kevin-Prince Boateng Ketika Meraih Scudetto Bersama AC Milan

Setelah 2 musim bersama Schalke, Boateng kembali ke Italia untuk membantu AC Milan yang tengah terpuruk di tahun 2016. Karirnya di AC Milan kali ini berjalan singkat hanya setengah musim.

Di Periode tahun 2016-2019 Kevin-Prince Boateng selalu berpindah klub di setiap tahunnya. 2016 ia mencoba petualangan baru di Spanyol bersama Las Palmas. 2017 ia pulang ke Jerman untuk bergabung dengan Eintracht Frankfurt. Lalu 2018 ia kembali ke Italia untuk bergabung dengan Sassuolo sebelum akhirnya berlabuh di Barcelona di tahun 2019.

Kevin-Prince Boateng mungkin tak menyangka bahwa Barcelona memiliki ketertarikan terhadapnya. Baginya bergabung dengan Barcelona adalah sebuah kehormatan sekaligus sebuah mimpi yang menjadi kenyataan, seperti yang ia ungkapkan di konferensi pers pertamanya.

“Sebuah kehormatan besar bagi saya berada di sini dan saya kira setiap anak kecil yang bermain sepak bola ingin bermain di klub sebesar Barcelona. Jadi sebagai pesepakbola profesional seperti saya ini seperti mimpi yang jadi kenyataan,” ujarnya.

Sumber gambar :
https://www.studentville.it/
https://www.skysports.com